SURABAYA — SMK Negeri 4 Surabaya terus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja melalui kegiatan sinkronisasi kurikulum Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital bersama dunia industri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Minilemon Ice Cream & Tea, Jl. Dukuh Kupang Barat XVI No. 21, Surabaya.
Kegiatan sinkronisasi kurikulum ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kompetensi yang dipelajari peserta didik di Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital tetap relevan dengan perkembangan industri, teknologi digital, perilaku konsumen, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja. Melalui kolaborasi secara langsung dengan industri, sekolah memperoleh masukan nyata mengenai kompetensi, keterampilan, sikap kerja, dan pengalaman yang perlu dipersiapkan bagi peserta didik.
Menghubungkan Pembelajaran Sekolah dengan Dunia Industri
Sinkronisasi kurikulum bukan sekadar mencocokkan materi pembelajaran dengan kebutuhan perusahaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang lebih siap diterapkan.
Dalam pembelajaran Bisnis Digital Fase F, terdapat sejumlah elemen kompetensi yang sangat berkaitan dengan aktivitas bisnis Minilemon, antara lain Marketing, Perencanaan Bisnis, Komunikasi Bisnis, Digital Branding, Digital Onboarding, Digital Marketing, dan Digital Operation. Capaian pembelajaran tersebut menekankan kemampuan peserta didik untuk memahami sekaligus menerapkan kompetensi dalam situasi bisnis yang nyata.
Melalui kegiatan bersama Minilemon, berbagai kompetensi tersebut dapat dikaitkan dengan praktik bisnis yang sesungguhnya. Peserta didik tidak hanya memahami konsep pemasaran dari buku atau materi pembelajaran, tetapi juga dapat melihat bagaimana sebuah usaha membangun produk, melayani konsumen, mengembangkan merek, melakukan promosi, dan memanfaatkan media digital.
Belajar dari Praktik Bisnis Minilemon
Minilemon merupakan salah satu contoh menarik bagaimana sebuah gagasan kreatif dapat dikembangkan menjadi ekosistem bisnis yang menggabungkan pendidikan, seni, hiburan, teknologi, budaya, dan produk komersial. Selama ini, Minilemon mungkin lebih mudah dikenal melalui produk ice cream dan tea. Namun, berdasarkan informasi pada website resmi Minilemon, cakupan aktivitas Minilemon jauh lebih luas dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan karakter anak serta pelestarian budaya Nusantara.
Minilemon berawal dari gagasan Reno Halsamer, Founder dTopeng Kingdom Foundation, yang memadukan kecintaan terhadap budaya topeng Nusantara dengan karakter buah lemon. Dari perpaduan tersebut lahirlah karakter fiksi Minilemon yang membawa pesan positif bagi anak-anak Indonesia. Konsep ini menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi identitas merek yang kreatif, modern, dan memiliki daya tarik bagi generasi muda.
Website resmi Minilemon menjelaskan bahwa PT Minilemon Nusantara berdomisili di Surabaya dan Jakarta serta berorientasi pada pendidikan karakter anak dan nilai-nilai kebaikan melalui berbagai program berbasis seni, hiburan, dan teknologi. Minilemon juga mengembangkan berbagai produk anak berupa tontonan dan permainan dengan sasaran utama anak usia 3–7 tahun.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Minilemon tidak hanya terletak pada produk fisik, tetapi juga pada pengembangan intellectual property (IP). Karakter Minilemon dibangun menjadi sebuah identitas yang dapat dikembangkan ke berbagai media, konten, produk, dan pengalaman konsumen. Inilah salah satu pembelajaran penting bagi peserta didik Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya, yaitu bagaimana sebuah ide sederhana dapat dikembangkan menjadi brand dan ekosistem bisnis yang memiliki banyak titik interaksi dengan konsumen.
Dari Produk Kuliner hingga Ekosistem Kreatif
Salah satu hal yang menarik untuk dipelajari siswa adalah kemampuan Minilemon dalam mengembangkan berbagai lini aktivitas. Minilemon Ice Cream & Tea menjadi salah satu bentuk bisnis yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Produk makanan dan minuman dapat menjadi media untuk memperkenalkan merek sekaligus membangun pengalaman konsumen.
Namun, aktivitas Minilemon tidak berhenti pada bisnis kuliner. Informasi perusahaan juga menunjukkan adanya pengembangan Minilemon Universe, yaitu sebuah ekosistem kreatif yang mencakup produk, kampanye sosial, dan kolaborasi yang membawa pesan tentang nilai-nilai kebaikan dan keberagaman Indonesia. Bahkan, informasi mengenai Minilemon Technology menunjukkan adanya aktivitas yang berkaitan dengan proyek digital, pengembangan teknologi, business development, content planning, desain grafis, UI/UX, hingga pengembangan aplikasi dan website.
Bagi siswa Bisnis Digital, kondisi tersebut menjadi sumber pembelajaran yang sangat relevan. Dunia bisnis saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang menjual barang atau jasa. Sebuah perusahaan dapat membangun brand, konten, komunitas, teknologi, pengalaman pelanggan, dan berbagai bentuk layanan digital secara bersamaan.
Menariknya lagi, Minilemon juga memiliki keterkaitan dengan d’Topeng Kingdom Group. Informasi dari website resmi Minilemon menyebutkan bahwa karakter Minilemon lahir dari gagasan yang berkaitan dengan dTopeng Kingdom Foundation. Sementara itu, d’Topeng Kingdom Museum memiliki fokus yang kuat pada pelestarian karya seni dan warisan budaya Indonesia, termasuk koleksi topeng dan berbagai benda budaya dari Nusantara. Museum tersebut menyebutkan bahwa pendirinya telah mengumpulkan lebih dari 2.000 topeng dan berbagai karya seni dari berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
Budaya, Kreativitas, dan Teknologi Menjadi Satu
Keterkaitan Minilemon dengan d’Topeng Kingdom memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana budaya dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan produk dan bisnis kreatif. Topeng Nusantara tidak hanya ditempatkan sebagai benda sejarah, tetapi dapat diolah menjadi inspirasi karakter, cerita, visual, animasi, dan berbagai bentuk komunikasi kreatif.
Minilemon sendiri mengembangkan kisah enam sahabat dari latar budaya yang berbeda. Pesan yang dibawa antara lain toleransi, gotong royong, menghargai perbedaan, menghormati orang tua, mencintai bangsa dan negara, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, produk kreatif tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat membawa nilai sosial dan edukatif.
Dari perspektif Bisnis Digital, siswa dapat mempelajari bagaimana storytelling digunakan untuk memperkuat sebuah merek. Sebuah karakter tidak sekadar menjadi gambar atau maskot, tetapi dapat memiliki cerita, kepribadian, nilai, dan hubungan emosional dengan audiens. Strategi seperti inilah yang dapat membuat sebuah merek lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.
Peluang Pembelajaran bagi Siswa Bisnis Digital
Kehadiran Minilemon sebagai mitra dalam kegiatan sinkronisasi kurikulum memberikan pengalaman berharga bagi SMK Negeri 4 Surabaya. Peserta didik dapat melihat secara langsung bahwa kompetensi Bisnis Digital memiliki cakupan yang luas dan dapat diterapkan pada berbagai jenis industri.
Siswa dapat mempelajari branding, pemasaran digital, pembuatan konten, pengelolaan media sosial, komunikasi bisnis, analisis konsumen, pengembangan produk, teknologi digital, hingga business development. Bahkan, ekosistem Minilemon menunjukkan bahwa kreativitas dan teknologi dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun bisnis modern. Aktivitas Minilemon Technology juga memperlihatkan kebutuhan industri terhadap talenta dalam bidang content planning, desain grafis, UI/UX, pengembangan web, dan pengembangan bisnis digital.
Dengan demikian, Minilemon bukan hanya menjadi contoh bisnis ice cream dan tea, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana sebuah ide dapat berkembang menjadi ekosistem kreatif yang menghubungkan kuliner, karakter, animasi, edukasi, teknologi, konten digital, budaya, dan pengalaman konsumen.
Bagi peserta didik Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya, pengalaman belajar dari praktik industri seperti ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa keberhasilan bisnis di era digital membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menjual. Dibutuhkan kreativitas dalam menciptakan produk, kemampuan membangun brand, pemanfaatan teknologi, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta kemampuan menghasilkan konten yang relevan dan bernilai.
Melalui sinkronisasi kurikulum bersama industri, sekolah dan dunia usaha dapat bersama-sama memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan kepada siswa semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri kreatif digital. Minilemon menjadi salah satu contoh bahwa ketika budaya, kreativitas, teknologi, pendidikan, dan bisnis dipadukan secara tepat, lahirlah peluang baru yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia.
Sinkronisasi dengan Capaian Pembelajaran Bisnis Digital
Berdasarkan dokumen Capaian Pembelajaran Bisnis Digital Fase F, peserta didik ditargetkan mampu memahami struktur dan bentuk pasar, strategi bauran pemasaran, pengembangan produk, product life cycle, strategi branding, penetapan harga jual, serta promosi produk. Peserta didik juga diarahkan untuk mampu menerapkan analisis lingkungan bisnis, perencanaan strategi bisnis, analisis usaha, penyusunan proposal usaha, dan strategi pengembangan usaha.
Kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui pengamatan dan diskusi mengenai praktik bisnis Minilemon. Dari sisi Marketing, siswa dapat mempelajari bagaimana produk ditawarkan kepada konsumen dan bagaimana keunikan produk menjadi bagian dari strategi pemasaran.
Pada aspek Komunikasi Bisnis, siswa dapat memahami pentingnya komunikasi yang baik, etika berkomunikasi, negosiasi, serta kemampuan melakukan presentasi bisnis. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting karena seorang tenaga profesional di bidang Bisnis Digital tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide dan membangun hubungan dengan pelanggan maupun mitra bisnis.
Sementara itu, pada elemen Digital Branding, peserta didik diarahkan untuk memahami ruang lingkup branding digital, membuat logo secara online, memproduksi konten digital, melakukan foto dan video produk, serta mengelola publikasi konten. Kompetensi ini sangat relevan dengan karakter bisnis kuliner yang membutuhkan visual produk menarik dan komunikasi digital yang konsisten.
Digital Marketing sebagai Kompetensi Utama
Perkembangan teknologi menjadikan pemasaran digital sebagai bagian penting dalam pengembangan usaha. Dalam Capaian Pembelajaran Bisnis Digital Fase F, peserta didik diarahkan untuk memahami ruang lingkup digital marketing, etika sebagai warga internet, analisis data digital, Google Business Profile, SEO, SEM, social media marketing, hingga promosi melalui marketplace.
Melalui sinkronisasi bersama industri, materi tersebut dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang lebih kontekstual. Peserta didik dapat diarahkan untuk mengidentifikasi target konsumen, menganalisis keunggulan produk, menyusun ide konten, membuat foto dan video produk, merancang strategi media sosial, serta mengevaluasi efektivitas promosi digital.
Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman bahwa digital marketing bukan sekadar membuat unggahan di media sosial. Di dalamnya terdapat proses perencanaan, produksi konten, komunikasi merek, interaksi dengan konsumen, analisis data, hingga evaluasi strategi pemasaran.
Mempersiapkan Lulusan yang Siap Menghadapi Industri
Sinkronisasi kurikulum bersama Minilemon diharapkan mampu memberikan masukan bagi SMK Negeri 4 Surabaya dalam mengembangkan pembelajaran Bisnis Digital yang semakin relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri.
Selain kompetensi teknis, peserta didik juga perlu memiliki soft skills, seperti kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
Hal tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan pengalaman praktik sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Kolaborasi Sekolah dan Industri untuk Masa Depan Siswa
Kegiatan sinkronisasi kurikulum Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya bersama Minilemon menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam memperkuat hubungan dengan dunia industri.
Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sinkronisasi kurikulum, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai bentuk kerja sama yang memberikan pengalaman belajar lebih luas bagi peserta didik.
Melalui sinergi antara sekolah, guru, peserta didik, dan dunia industri, SMK Negeri 4 Surabaya terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan bekal kompetensi Marketing, Perencanaan Bisnis, Komunikasi Bisnis, Digital Branding, Digital Onboarding, Digital Marketing, dan Digital Operation, peserta didik Bisnis Digital diharapkan mampu menjadi generasi yang kreatif, adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja maupun membangun peluang usaha sendiri.
SMK Negeri 4 Surabaya — Bersama Industri, Membangun Kompetensi, Menciptakan Generasi Digital yang Siap Berkarya.
Kegiatan Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital Bersama Minilemon

Tim SMK Negeri 4 Surabaya dan pihak industri Minilemon berdiskusi mengenai penguatan pembelajaran Bisnis Digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Diskusi Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya bersama Minilemon
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara tim sekolah dan pihak industri untuk menyelaraskan kompetensi pembelajaran Bisnis Digital dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Kolaborasi SMK Negeri 4 Surabaya dan Minilemon dalam Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital. Diskusi bersama dunia industri untuk menyelaraskan kompetensi pembelajaran Bisnis Digital dengan kebutuhan dunia usaha, perkembangan bisnis, dan praktik industri.
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Industri Minilemon. Kegiatan diskusi dan penyelarasan kurikulum bersama pihak industri untuk memastikan kompetensi Bisnis Digital sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan dunia usaha.
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Diskusi Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya bersama Minilemon. Tim sekolah dan pihak industri berdiskusi serta menelaah dokumen kurikulum untuk menyelaraskan kompetensi pembelajaran Bisnis Digital dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Kebersamaan Tim SMK Negeri 4 Surabaya dan Minilemon dalam Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Momen Kebersamaan SMK Negeri 4 Surabaya dan Minilemon dalam Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon

Kebersamaan Tim SMK Negeri 4 Surabaya dan Minilemon dalam Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya bersama Minilemon
Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital SMK Negeri 4 Surabaya Bersama Minilemon
Pranala Luar :
Website Minilemon https://www.minilemon.co.id/
Website D’Topeng Kingdom https://dtopengkingdommuseum.com/
Instagram Minilemon Studio https://www.instagram.com/minilemonn_studio/
YouTube Minilemon Studio https://www.youtube.com/channel/UCeXErtwoUyyszVj6lODbAAQ












wah mantap BD 🔥🔥
omg!! keren banget