Berita  

Four Bakery SMK Negeri 4 Surabaya: Kelas Bakery yang Mencetak Generasi Kreatif, Terampil, dan Berjiwa Wirausaha

Di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan di bidang pengolahan makanan, khususnya bakery, terus mengalami peningkatan. Industri roti, kue, dan pastry tidak hanya berkembang di sektor hotel, restoran, dan kafe, tetapi juga merambah dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang semakin inovatif. Melihat peluang tersebut, SMK Negeri 4 Surabaya menghadirkan Four Bakery, sebuah kelas sekaligus unit usaha sekolah yang menjadi pusat pembelajaran praktik bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi di bidang bakery, kewirausahaan, dan pelayanan pelanggan.

Four Bakery merupakan bagian dari Innovation Center SMK Negeri 4 Surabaya yang dirancang sebagai media pembelajaran berbasis praktik (teaching factory). Melalui konsep ini, peserta didik tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga penjualan berbagai produk bakery kepada konsumen. Pendekatan ini sejalan dengan konsep bakepreneurship, yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan teknis (hard skills), keterampilan nonteknis (soft skills), dan kewirausahaan agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri bakery modern.

Dalam kegiatan pembelajaran di Four Bakery, peserta didik mempelajari berbagai tahapan produksi secara sistematis. Dimulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, penimbangan bahan sesuai resep, proses pencampuran adonan, fermentasi, pembentukan produk, proses pemanggangan, hingga teknik penyajian dan pengemasan yang menarik. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas produk sehingga menghasilkan roti, kue, biskuit, serta aneka makanan ringan yang memiliki cita rasa, tekstur, dan tampilan terbaik.

Selain menguasai keterampilan teknis, peserta didik juga dibimbing untuk memahami pentingnya manajemen usaha. Mereka belajar menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, mengelola persediaan bahan baku, melakukan pencatatan sederhana, hingga memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga karena peserta didik memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah usaha bakery dijalankan secara profesional.

Pembelajaran di Four Bakery juga menanamkan budaya inovasi. Peserta didik didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui penciptaan produk-produk baru yang mengikuti tren pasar. Mereka belajar melakukan riset sederhana mengenai kebutuhan konsumen, mengembangkan resep, menciptakan kemasan yang menarik, hingga memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Strategi pemasaran yang kreatif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk bakery di era digital.

Sebagai sekolah vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis dunia kerja, SMK Negeri 4 Surabaya juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme dalam setiap aktivitas Four Bakery. Peserta didik dilatih untuk bekerja secara disiplin, teliti, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Nilai-nilai tersebut merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri saat ini.

Keberadaan Four Bakery tidak hanya menjadi laboratorium praktik, tetapi juga menjadi wadah pengembangan jiwa kewirausahaan. Peserta didik belajar bahwa sebuah produk yang berkualitas harus didukung dengan pelayanan yang baik, pemasaran yang efektif, dan pengelolaan usaha yang profesional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pastry dan bakery yang dipadukan dengan pendidikan kewirausahaan mampu meningkatkan minat dan sikap berwirausaha peserta didik.

Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator dan mentor yang membimbing peserta didik agar mampu bekerja sesuai standar industri. Setiap siswa diberi kesempatan untuk berlatih secara langsung sehingga mampu memahami seluruh proses produksi, mulai dari tahap persiapan hingga produk siap dipasarkan. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik memperoleh kepercayaan diri serta kemampuan problem solving yang sangat berguna ketika memasuki dunia kerja.

Four Bakery juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi antarkonsentrasi keahlian di SMK Negeri 4 Surabaya. Produk-produk bakery yang dihasilkan dapat dipromosikan melalui media digital oleh peserta didik Bisnis Digital, dikemas menggunakan desain menarik hasil karya peserta didik Desain Komunikasi Visual (DKV), didukung administrasi bisnis oleh peserta didik Akuntansi dan Manajemen Perkantoran, hingga dipasarkan dalam berbagai kegiatan sekolah. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang saling mendukung dan mencerminkan proses kerja nyata di dunia industri.

Sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan pendekatan Deep Learning, pembelajaran di Four Bakery tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, tetapi juga pada proses berpikir, kreativitas, kolaborasi, refleksi, dan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul selama proses produksi. Peserta didik didorong untuk terus berinovasi, mengevaluasi hasil kerja, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar menghasilkan produk yang semakin berkualitas.

Melalui Four Bakery, SMK Negeri 4 Surabaya menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan praktik yang terintegrasi dengan kewirausahaan memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja maupun dunia usaha.

Pada akhirnya, Four Bakery bukan sekadar tempat membuat roti dan kue. Four Bakery merupakan ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang tumbuh bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, karakter, serta jiwa entrepreneur. Dengan semangat inovasi, profesionalisme, dan kolaborasi, Four Bakery menjadi salah satu wujud nyata komitmen SMK Negeri 4 Surabaya dalam mencetak lulusan yang kompeten, mandiri, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha sendiri di masa depan. Melalui pengalaman praktik yang autentik dan berbasis industri, peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Instruktur Membimbing Praktik Four Bakery SMK Negeri 4 Surabaya

Peserta didik SMK Negeri 4 Surabaya mengikuti praktik pengolahan bahan bakery di Four Bakery dengan pendampingan instruktur. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis Teaching Factory yang memberikan pengalaman langsung dalam proses produksi, pengolahan bahan, kerja sama tim, serta pengembangan kompetensi dan jiwa entrepreneur sesuai kebutuhan dunia industri.

Praktik Kelas Bakery Four Bakery SMK Negeri 4 Surabaya

Peserta didik SMK Negeri 4 Surabaya mengikuti praktik pembuatan adonan roti di Four Bakery. Melalui pembelajaran berbasis teaching factory, siswa memperoleh pengalaman nyata dalam proses produksi bakery, pengolahan makanan, serta pengembangan jiwa kewirausahaan sesuai standar dunia industri.

Praktik Pembuatan Roti di Four Bakery SMK Negeri 4 Surabaya

Peserta didik SMK Negeri 4 Surabaya mengikuti praktik pembuatan roti di Four Bakery dengan bimbingan instruktur. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis Teaching Factory yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam proses produksi bakery sesuai standar industri sekaligus menumbuhkan kompetensi, profesionalisme, dan jiwa entrepreneur.

Responses (13)

    1. Ayo Davin, belajar yang benar mengenai website, bahasa pemrograman html nya, nanti tak kasih user dan password untuk ngelolah website sekolah bersama aku, berani,………?????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *